Ruh sejarah ini digerakkan oleh hukum dialektika sebagaimana skenario lauhul mahfudz menentukan sedemikian rupa. Apa yang di ciptakan oleh sejarah ini tidak lain adalah "dijadikan" saja dari ketersediaan. Akan tetapi justru ketersediaan dan naluri creative manusia yang distimulasi oleh faktor-faktor fisiologis tersebutlah yang menjadikan dinamika dan dialektika tersebut seakan menjadi piston dari putaran sejarah.
Pertentangan antara si kafir dan si tidak kafir, antara si manusiawi dengan si tidak manusiawi bergerak berpilin mencari ruang-ruang perbenturan mulai dari intensitas terendah sampai pada intensitas dalam skala besar, perang misalnya. Karenanya perjuangan menuju perubahan yang dicita-citakan tentu menghadapi konsekwensi-konsekwensi sejarah yang secara umum terus berhadap-hadapan dan memberikan dampak luas pada kesadaran yang paling natural pada diri manusia.
inilah hukum sejarah yang manusia tidak akan mampu keluar dari progressivitasnya, perang memang sebuah keadaan dimana manusia memasuki lingkaran kekerasan yang memilukan, namun perang seringkali menjadi penyegar kesadaran-kesadaran palsu yang dibangun oleh kekuasaan dominan sebelumnya.
Pergolakan yang terjadi dibelahan dunia ini menunjukkan fakta bahwa base of character yang oleh Al Ghazali disebut sebagai unsur hewan yang mendominasi atau biasa disebut base of fisiology nya Abraham Maslow menyata atau mewujud dalam watak dasar perang yang di deklarasikan penghulunya kapitalis George "beat around the" bush untuk membunuhi bayi, anak-anak, kaum perempuan, kakek-kakek sebagaimana pernyataan Hugo Chavez.
Aib peradaban yang tidak pantas terjadi pada Alm. Saddam Hussein ditiang gantungan merupakan catatan merah peradaban karya george bush. Hal ini memecah pandangan khalayak publik terhadap yang di agitasi sebagai gembong terroris "Syech Usamah bin Laden" sebagai terroris, namun kini telah menarik arah perlawanan secara umum tersembunyi di masyarakat muslim terhadap keputusan resmi negara-negaranya yang mendukung kampanye gerge bush. Faktanya Syech Usamah berhasil menempatkan dirinya dibawah timbunan jasad anak-anak, perempuan dan kebanyakan masyarakat muslim yang tidak berdosa di Somalia, Afghonistan, Thailand, Filipina, Palestina, Lebanon, Irak, Indonesia, Ereteria, Chechnya, Bosnia-Herzegovina dll akibat bombardement koalisi Amerika. tidak bisa di ingkari Syech usamah yang awalnya memiliki predikat sebagai gembong terroris sekarang telah berubah menjadi Pahlawan Suci dari Gunung Tora Bora.
Inilah sejarah dan hukumnya yang tidak mudah dikendalikan oleh kebanyakan manusia. Perjuangan tidaklah saja dipijakkan pada pandangan-pandangan kesejahteraan dalam angka-angka nominal namun unsur inti system of life sebagaimana di sampaikan oleh Friderich Nitze sebagai "NILAI" tidak bisa diabaikan begitu saja karena ia merembes kedalam ruh pergerakan manusia. Untuk itu kita harus menetapkan posisi kita dalam barisan-barisan yang konsisten dalam memperjuangkan keadilan dan pembebasan, apapun itu ideologinya, sejarah yang akan menjadi juri peradaban ini.
Pertentangan antara si kafir dan si tidak kafir, antara si manusiawi dengan si tidak manusiawi bergerak berpilin mencari ruang-ruang perbenturan mulai dari intensitas terendah sampai pada intensitas dalam skala besar, perang misalnya. Karenanya perjuangan menuju perubahan yang dicita-citakan tentu menghadapi konsekwensi-konsekwensi sejarah yang secara umum terus berhadap-hadapan dan memberikan dampak luas pada kesadaran yang paling natural pada diri manusia.
inilah hukum sejarah yang manusia tidak akan mampu keluar dari progressivitasnya, perang memang sebuah keadaan dimana manusia memasuki lingkaran kekerasan yang memilukan, namun perang seringkali menjadi penyegar kesadaran-kesadaran palsu yang dibangun oleh kekuasaan dominan sebelumnya.
Pergolakan yang terjadi dibelahan dunia ini menunjukkan fakta bahwa base of character yang oleh Al Ghazali disebut sebagai unsur hewan yang mendominasi atau biasa disebut base of fisiology nya Abraham Maslow menyata atau mewujud dalam watak dasar perang yang di deklarasikan penghulunya kapitalis George "beat around the" bush untuk membunuhi bayi, anak-anak, kaum perempuan, kakek-kakek sebagaimana pernyataan Hugo Chavez.
Aib peradaban yang tidak pantas terjadi pada Alm. Saddam Hussein ditiang gantungan merupakan catatan merah peradaban karya george bush. Hal ini memecah pandangan khalayak publik terhadap yang di agitasi sebagai gembong terroris "Syech Usamah bin Laden" sebagai terroris, namun kini telah menarik arah perlawanan secara umum tersembunyi di masyarakat muslim terhadap keputusan resmi negara-negaranya yang mendukung kampanye gerge bush. Faktanya Syech Usamah berhasil menempatkan dirinya dibawah timbunan jasad anak-anak, perempuan dan kebanyakan masyarakat muslim yang tidak berdosa di Somalia, Afghonistan, Thailand, Filipina, Palestina, Lebanon, Irak, Indonesia, Ereteria, Chechnya, Bosnia-Herzegovina dll akibat bombardement koalisi Amerika. tidak bisa di ingkari Syech usamah yang awalnya memiliki predikat sebagai gembong terroris sekarang telah berubah menjadi Pahlawan Suci dari Gunung Tora Bora.
Inilah sejarah dan hukumnya yang tidak mudah dikendalikan oleh kebanyakan manusia. Perjuangan tidaklah saja dipijakkan pada pandangan-pandangan kesejahteraan dalam angka-angka nominal namun unsur inti system of life sebagaimana di sampaikan oleh Friderich Nitze sebagai "NILAI" tidak bisa diabaikan begitu saja karena ia merembes kedalam ruh pergerakan manusia. Untuk itu kita harus menetapkan posisi kita dalam barisan-barisan yang konsisten dalam memperjuangkan keadilan dan pembebasan, apapun itu ideologinya, sejarah yang akan menjadi juri peradaban ini.
Foto(062).jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar